Selasa, 23 Maret 2010

hacker dan creaker dalam CYBERSPACE

Beberapa kasus penting yang pernah ditangani POLRI di bidang cybercrime adalah :
1. Cyber Smuggling, adalah laporan pengaduan dari US Custom (Pabean AS) tentang adanya tindak kejahatan penyeludupan via internet yang dilakukan oleh beberapa orang Indonesia, dimana oknum-oknum tersebut telah mendapat keuntungan dengan melakukan webhosting gambar-gambar porno di beberapa perusahaan webhosting yang ada di Amerika Serikat.

2. Pemalsuan kartu kredit, adalah laporan pengaduan dari warga negara Jepang dan Perancis tentang tindak pemalsuan kartu kredit yang mereka miliki untuk keprluan transaksi di internet.

3. Hacking Situs, adalah hacking beberapa situs, termasuk situs POLRI, yang pelakunya diidentifikasikan berada di Indonesia.

Sulitnya menciptakan peraturan-peraturan di cyberspace, khususnya membuat cybercrime law, adalah disebabkan perubahan-perubahan radikal yangt dibawa oleh revolusi teknologi informasi yang membalikkan paradigma-paradigma. Untuk membuat ketentuan hukum yang memadai di dunia maya yang tampaknya harus rela menunggu revolusi mulai reda. Kiranya penting untuk belajar tentang bagaimana mengawali kematangannya.

Teknologi informasi dalam beebrapa waktu yang akan datang tampaknya akan terus berubah dengan cepat untuk menuju tingkat kamapanannya sendiri. Selama dalam proses ini, masyarakat dunia maya sepertinya akan mampu menjadi masyarakat yang dapat melakukan pengaturan sendiri (self regulation). Kendati demikian, karena dampak cyberspace sangat besar bagi kehidupan secara keseluruhan, campur tangan negara tetap sangt diperlukan, khususnya merancang cyberlaw.


A. HACKER DAN CRACKER
Dalam jargon file tercantum berbagai definisi untuk istilah hacker. Hampir semuanya berkaitan dengan kemahiran tehnis serta kegemaran menyelesaikan masalah dan mengatasi keterbatasan. Namun jika ingin menjadi seorang hacker, hanya ada dua definisi yang relevan.

Terdapat komunitas, budaya bersama yang terdiri dari para prgrammer mahir dan ahli jaringan, yang sejarahnya bermula dari dekade mini komputer pertama yang memiliki time-sharing dan zaman eksperimen awal ARPAnet. Dari anggota budaya inilah muncul istilah hacker. Hacker yang membangun internet. Hacker yang membuat system operasi Unix menjadi seperti sekarang. Hacker yang mengoperasikan Usenet. Hacker yang membuat World Wide Web berjalan. Jika anda bagian dari budaya ini, jika anda telah menyumbangkan sesuatu untuk budaya ini, dan rekan lain di dalamnya mengenali anda sebagai seroang hacker, maka seorang hackerlah anda.

Cara pikir hacker tidak terbatas pada budaya hacker softwere. Ada orang yang menerapkan sikap hacker pada banyak bidang lain, elektronik atau musik. Bahkan, cara pikir hacker ada di tingkat tertinggi setiap bidang ilmu danseni. Hacker softwere mengakui semangat serupa ini dan bisa menyebut orang-orang tersebut hacker pula, dan sebagian berpendapat bahwa sifat seorang hacker tidak tergantung pada wadah tempatnya bekerja. Tapi, untuk selanjutnya, kita akan memusatkan perhatian pada softwere hacker, keahlian dan sikap mereka, serta tradisi budaya yang melahirkan istilah hacker.

Terdapat pula kelompok lain yang menyebut-nyebut diri hacker, padahal bukan. Mereka-mereka ini (terutama para pria dewasa) yang mendapat kepuasan denagn membobol dan mengakali telepon (phreaking). Hacker sejati menyebut orang-orang ini “creaker” dan tidak suka bergaul dengan mereka. Hacker sejati memandang creaker sebagai orang malas, tidak bertanggung jawab, dan tidak terlalu cerdas. Hacker sejati tidak setuju jika dikatakan bahwa dengan menerobos keamanan seseorang telah menjadi hacker, sama seperti jika dikatakan bahwa mengotak-atik mobil membuat seseorang langsung disebut debagai ahli mesin. Sayangnya, wartawan dan penulis telah salah kaprah dan menggunakan pangkal jengkel tanpa ujung. Perbedaan mendasar antara hacker dan creaker membangun, creaker membongkar.

B. SIKAP HACKER
Pekerjaan hacker adalah menyelesaikan masalah dan membuat sesuatu yang berguna, dan hacker percaya pada kebebasan dan sukarela. Agar dapat diterima sebagai seorang hacker. Anda harus berbuat seolah-olah anda memiliki sikap ini. Agar dapat berbuat demikian, sikap ini harus benar-benar diyakini.

Tapi kalau anda berminat menumbuhkan sikap ini hanya agar dapat diterima di lingkungan hacker, maka anda belum menangkap maknanya. Menjadi orang yang meyakini sikap hacker penting bagi anda sendiri. Agar anda bisa terus belajar dan termotivasi. Sama seperti semua seni kreatif lain, cara paling efektif untuk menjadi seorang ahli adalah dengan meniru cara berpikir ahli-ahli lainnya, bukan hanya secara intelektual, tetapi juga emosional.

C. Kemampuan Hacker Dasar
Kemampuan masih lebih penting daripada sikap. Sikap bukan pengganti kemampuan, dan terdapat seperangkat kemampuan menggunakan seperangkat tool yang perlu dikuasai sebelum orang berpikir untuk menyebut diri seseorangadalah seornag hacker.

Perangkat tool ini perlahan tapi pasti memang berubah seiring teknologi yang menciptakan keahlian baru dan membuat keahlian lama tidak berguna.Yang perlu dipelajari untuk dipelajari untuk mengasah kemampuan hacking dasar adalah:
1. Mempelajari Pemrograman
2. Temukan,pelajari,dan jalankan salah satu versi Unix open-source
3. Pelajari cara menggunakan World Wide Web dan cara menulis HMTL


Oleh : Helmi N. Tanjung, SH

Tidak ada komentar:

Posting Komentar